Jakarta, [8/9] — Aqubeta sebagai salah satu startup binaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diundang sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan Launching Indonesia Innovation Summit & Expo (IISE) 2026. Aqubeta diwakili oleh Muhammad Syaifudien Bahry selaku Chief Executive Officer (CEO) dalam kegiatan peluncuran yang memperkenalkan agenda dan arah strategis IISE 2026.
Kegiatan launching tersebut mengusung tema “Accelerating Innovation Collaboration towards Indonesia Emas 2045: From Invention to National Impact”. Acara ini menjadi momentum BRIN untuk memperkenalkan IISE 2026 sebagai platform yang mempertemukan periset, perguruan tinggi, industri, pemerintah, investor, startup, UMKM, komunitas, dan mitra internasional dalam rangka memperkuat kerja sama serta mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi.
Sebagai startup binaan BRIN, Aqubeta dipandang sebagai bagian dari ekosistem inovasi yang dapat memberikan perspektif mengenai proses pengembangan startup berbasis inovasi serta pentingnya hubungan antara riset, teknologi, kebutuhan pengguna, dan peluang pemanfaatan.
Aqubeta Membawa Perspektif Startup Binaan BRIN
Kehadiran Aqubeta dalam kegiatan launching secara khusus sebagai narasumber yang mewakili perspektif startup binaan BRIN. Melalui Muhammad Syaifudien Bahry selaku CEO Aqubeta berbagi pandangan mengenai pentingnya dukungan ekosistem dalam membantu inovasi bergerak dari tahap pengembangan menuju pemanfaatan yang memberikan nilai bagi pengguna dan masyarakat.
Menurutnya, proses inovasi membutuhkan keterhubungan antara lembaga riset, startup, industri, perguruan tinggi, pemerintah, investor, dan pengguna. Keterhubungan tersebut diperlukan agar hasil riset dan teknologi tidak berhenti pada tahap invensi atau prototipe, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang relevan dan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan BRIN kepada Aqubeta untuk hadir sebagai narasumber dalam Launching IISE 2026. Sebagai startup binaan BRIN, kami melihat bahwa penguatan ekosistem sangat penting agar inovasi dapat bergerak dari tahap penemuan menuju pemanfaatan yang memberikan dampak nyata,” ujar Muhammad Syaifudien Bahry, CEO Aqubeta.
Ia menambahkan bahwa startup dapat berperan sebagai salah satu penghubung antara hasil riset dan kebutuhan pengguna. Dalam proses tersebut, startup membutuhkan dukungan berupa akses terhadap pengetahuan, fasilitas, pendampingan, mitra pengembangan, validasi solusi, serta peluang kerja sama dengan industri dan investor.
“Inovasi akan memiliki nilai yang lebih besar ketika dapat menjawab kebutuhan nyata dan dikembangkan bersama mitra yang tepat. Karena itu, kolaborasi antara BRIN, perguruan tinggi, industri, startup, pemerintah, dan investor menjadi bagian penting untuk memperkuat perjalanan dari riset menuju pemanfaatan,” tambah Bahry.
Aqubeta Mendukung Penguatan Ekosistem Inovasi
Aqubeta menilai penguatan ekosistem inovasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Lembaga riset menyediakan pengetahuan, talenta, infrastruktur, kompetensi, serta hasil riset. Perguruan tinggi, industri, startup, investor, pemerintah, dan masyarakat berperan dalam mengembangkan, menguji, menggunakan, serta memperluas manfaat inovasi tersebut.
Dalam konteks itu, Aqubeta memandang pembinaan BRIN sebagai bagian penting dari proses penguatan kapasitas startup. Status sebagai startup binaan BRIN memberikan ruang bagi Aqubeta untuk terhubung dengan ekosistem riset dan inovasi, sekaligus memahami pentingnya mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nyata.
“Menuju Indonesia Emas 2045, inovasi perlu dikembangkan tidak hanya agar unggul secara teknologi, tetapi juga agar relevan, dapat dimanfaatkan, dan memberikan dampak. Aqubeta siap berkontribusi melalui perspektif dan pengalaman sebagai startup binaan BRIN,” tutup Muhammad Syaifudien Bahry.
Kehadiran Aqubeta sebagai narasumber dalam Launching IISE 2026 menegaskan hubungan antara BRIN dan startup binaannya dalam membangun ekosistem inovasi nasional. Melalui kesempatan tersebut, Aqubeta turut mendukung pesan BRIN bahwa hasil riset dan inovasi perlu diarahkan menjadi teknologi yang dimanfaatkan, produk yang dikembangkan, layanan yang digunakan, serta solusi yang memberi kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.