Aqubeta dan Universitas Brawijaya Jalin Kerja Sama Hilirisasi Riset Nanovaksin untuk Mendukung Akuakultur Berkelanjutan

Aqubeta dan Universitas Brawijaya Jalin Kerja Sama Hilirisasi Riset Nanovaksin untuk Mendukung Akuakultur Berkelanjutan

SEMARANG, 25 September 2026 — PT Aqubeta Dipo Jaya (Aqubeta) menjalin kerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) dalam pengembangan dan hilirisasi inovasi nanovaksin untuk mendukung kesehatan ikan dan pengembangan industri akuakultur yang berkelanjutan.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama AQUBETA dan Tim Nano Vaksin Universitas Brawijaya
Moment resmi kerjasama. Dari kiri: CEO AQUBETA, perwakilan tim Nano Vaksin UB, Prof. Heru dari Universitas Negeri Malang, dan Ghilman dari tim AQUBETA. — Foto: AQUBETA

Kerja sama ini melibatkan Universitas Brawijaya melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan PT Aqubeta Dipo Jaya, dan dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama mengenai pengembangan Nanovaksin Protein Chorella yang Disinergikan Perak Nanopartikel AgNPs. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong hasil riset perguruan tinggi agar dapat dikembangkan lebih lanjut menuju produk yang siap dimanfaatkan oleh industri.

Kerja sama antara kedua pihak mencakup sejumlah tahapan penting dalam proses hilirisasi, mulai dari finalisasi formulasi dan spesifikasi teknis produk berdasarkan hasil pengujian, diskusi dengan calon pengguna, hingga pengembangan identitas merek, model bisnis, dan alur distribusi.

Menghubungkan Riset dengan Kebutuhan Industri

Inovasi yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Uun Yanuhar, S.Pi., M.Si. dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Brawijaya merupakan teknologi nanovaksin yang dirancang untuk meningkatkan respons imun ikan terhadap infeksi virus-RNA. Teknologi ini dikembangkan untuk ikan kerapu dan memiliki potensi pengembangan lebih lanjut pada berbagai komoditas budidaya yang rentan terhadap infeksi virus-RNA, seperti VNN.

Dari sisi kesiapan teknologi, inovasi tersebut tercatat telah memiliki paten dengan status granted (IDS000011177). Teknologi juga telah memiliki pengguna awal dari dua hatchery. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam mendorong teknologi menuju tahap komersialisasi. Saat ini, pengembangan produksi masih berada pada tahap prototipe/lab pilot scale dengan kapasitas sekitar 50–100 vial, sehingga penguatan fasilitas produksi, formulasi, pengujian lapang, serta aspek regulasi menjadi bagian dari tahapan pengembangan berikutnya.

Mendorong Inovasi Kesehatan Ikan yang Berkelanjutan

Pengembangan teknologi nanovaksin ini hadir di tengah kebutuhan industri akuakultur terhadap solusi kesehatan ikan yang lebih spesifik dan berkelanjutan. Dalam asesmen produk, teknologi ini diarahkan untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap antibiotik serta mendukung praktik budidaya yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Bagi Aqubeta, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi langkah untuk mempertemukan kapasitas riset dan keilmuan perguruan tinggi dengan pengalaman pengembangan serta komersialisasi di sektor akuakultur.</n

“Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Aqubeta untuk menjembatani inovasi berbasis riset dengan kebutuhan nyata di industri akuakultur. Kami berharap proses hilirisasi ini dapat menghasilkan teknologi yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat dan nilai tambah bagi pelaku industri,” ujar Muhammad Syaifudien Bahry, S.Kel., M.Si., Direktur PT Aqubeta Dipo Jaya.

Dari Prototipe Menuju Produk yang Siap Dimanfaatkan

Dalam perjanjian kerja sama, kedua pihak menargetkan sejumlah output, termasuk produk hilirisasi berupa prototipe, produk komersial atau teknologi siap pakai, dokumen teknis, potensi kekayaan intelektual, publikasi atau diseminasi, serta model kerja sama bisnis untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan hasil riset.

Melalui kolaborasi ini, Aqubeta dan Universitas Brawijaya membuka ruang sinergi antara riset, teknologi, dan kebutuhan industri untuk mendorong lahirnya inovasi kesehatan ikan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan akuakultur Indonesia yang lebih produktif dan berkelanjutan.